Assalamualaikum
😀😀
Author Kece balik lagi nih, wkwk. Kali ini Thor
akan membawa materi kepenulisan tentang :
Jeng ... Jeng .... Jeng ...
🐣
TIPS MENULIS CERITA YANG MENARIK DAN BERKESAN
/yeaayy!!/ 😇
Nah, kira-kira apa aja sih, tips and trik dari Thor untuk dapat menciptakan
cerita yang menarik?
Ga sabar kan? Cekidottt
1. Buat outline yang benar-benar rinci, sehingga
cerita kamu tidak akan goyah melenceng kemana-mana.
Sebenernya
banyak penulis juga yang tidak memakai outline, tapi malah sukses menerbitkan
karya, dan mendulang kesuksesan. Namun, khusus untuk pemula, apalagi yang
labil, mending pakai outline aja deh. Soalnya Author Kece juga syuka gitu.
Labil beud kalau nulis, jadi konflik melenceng kesana kemari. Nah, Author
menyasati dengan outline.
2. Cari ide cerita yang jarang digunakan, bahkan antimainstream pun boleh
asal masih masuk akal.
Dalam
mencari sebuah ide, jangan terpaku dengan satu tema saja. Kalau bisa, jangan
buat tema yang biasa. Buat sesuatu yang baru dan segar, sehingga pembaca
menjadi tertarik, karena belum pernah membaca cerita seperti yang kamu buat
dimanapun. Ah, susah Thor. Otakku mentok
banget ini buat nulis, mau cari ide dimana coba? Kutoyor kau, hahaha. Belum
apa-apa sudah nyerah, gimana mau jadi penulis hebat coba?
Inget,
ya. Sukses itu TIDAK INSTAN. Mie instan aja harus direbus dulu, pakai air
panas. (Ya iya, masa pakai air comberan. Wkwk)
Eh, serius Thor.
Ah elah, bukannya nyemangatin.
Oki
doki, hehe. Mangapkan dakuh, Marimas. /Plakk/Digampar
gergaji. Eh, Ferguso.
Kamu
liat deh, film barat. Misal yang fantasy gitu loh. Kamu pasti kagum, kan dengan
cara berfikir mereka? Nah, kamu juga bisa begitu. Berpikirlah OUT OF THE BOOK. Mulailah dari
pemikiran-pemikiran liar dan gila, dan di dunia ini belum ada. Itupun kalau
kamu masih bisa mikir ya, /Plakk/
Selanjutnya,
kamu bisa membuat pemikiran gilamu serasional mungkin. Maksudnya, ada sebab dan
akibat. Tapi, Thor. Kalau pemikiran gila
gimana caranya bisa rasional, coba? Ya, bisa aja lah. ‘Kan namanya juga
fiksi, apalagi kalau fantasi. Kayak Harry Potter ‘tuh, atau Spiderman juga.
Emang di dunia ini, ada sekolah sihir sebelum J.K Rowling membuatnya? Ada
laba-laba bisa gigit, terus orangnya jadi kuat? Ya enggaklah.
3. Bangunkan rasa penasaran pembaca dengan cara
membuat alur yang memiliki makna tersirat, dan misteri yang hanya dapat
dijelaskan pada bagian lain.
Nah,
ini bisa dilakukan dengan twist. Tau apa twist? Cari ndiri sono awkward. 😄
Ih, Author
pelit! Orang pelit, kuburannya sempit loh Thor!
Serem
ya, yang suka doa begitu. Buset, dah wkwk. Oke, karena Author ini baik hati dan
gemar menghabiskan uang teman, dengan bangga menjelaskan tentang Twist kepada
pembaca yang tercintah. Asekk
Twist
adalah perubahan mendadak atau tajam pada cerita. Plot twist yang sukses, bikin
pembaca greget sendiri dalam menebak cerita. Dan hebatnya, sampai nagih sebab
penyampaian yang misterius dan manipulatif. Plot ini sendiri ada beberapa
macam. Hmm, mungkin Thor jelaskan setelah pesan-pesan berikut yah. Eh,
maksudnya di pertemuan lain. Kayak lagu yah. Pertemuan yang kuimpikan, tak pernah jadi kenyataan. (Jadi begitu
ya, liriknya? Hehew)
4. Buat keterikatan antar pembaca dengan tokoh,
yaitu melalui penyampaian yang menggambarkan suasana secara detail, namun tidak
bertele-tele.
Tau Showing? Pasti
tau dong, ya ‘kan?
Showing
itu penjabaran detail tentang kejadian yang dialami si tokoh. Nah, jangan sampai gara-gara kamu mau buat si tokoh terasa
nyata bagi pembaca, jadi tidak fokus pada penyampaian pesan dalam cerita. Eh,
endingnya, pembaca minum segelas baygon rasa leci habis baca cerita kamu. Wkwk.
Showing
itu bagus, sih. Tapi penulis harus punya prediksi dalam memakainya. Duh, susah
amat yah ngejelasinnya? L
Intinya, kamu sebagai writer harus tahu tempat dan penjabaran yang cocok untuk
sebuah narasi. Jangan terlalu panjang, jangan terlalu pendek. Secukupnya. As
simple as that. #hallaahh
5. Selipkan sedikit humor, pada waktu tertentu agar
tidak terkesan monoton.
Humor
disini, bukan berarti lelucon garing yang membuat narasi terasa aneh ya. Jangan mentang-mentang Author
bilang kasih humor, segala macam guyonan garing kamu masukin. AKU NGGAK
TANGGUNG JAWAB, LOH. ^^
Ya,
selipkan candaan secukupnya aja. Kayak lelucon sehari-hari, gitu loh. Kalau
masih bilang ngga bisa, berarti hidupmu terlalu serius, kawan :’/
6. Minimalisir typo dan kata berulang, karena akan
mengurangi feel saat membaca.
Revisi
itu penting, loh. Apalagi kalau kamu posting di aplikasi membaca gratis gitu.
Apalah aplikasinya, terserah. Pokoknya, jangan karena kamu penulis, cuma peduli
nulis. Itu salah, sayang. (Ecieee dipanggil sayang >_<)
Walaupun
naskah kamu mau diterbitin, dan ada editor. Intinya jangan bergantung sama
orang lain. Revisi naskah sendiri, walaupun pusing tujuh keliling, tapi pasti
bakal beda hasilnya loh. Serius. Enelan. Mi Ayam.
7. Jangan lupakan kaidah Bahasa Indonesia yang baik,
serta diksi secukupnya.
Ini
cucok meong loh, menambah poin plus tulisan kamu. Diksi itu bagus, memperindah
narasi, tapi jangan dipaksakan. Kalau kamu memikirkan keindahan narasi dengan
diksi yang beragam, tapi kamu nggak ngerti, itu seribu persen salah. Penulis
aja nggak ngerti yang ditulis, gimana yang baca coba? Wkwk.
8. Penting : Lakukan riset berdasarkan cerita yang
ingin ditulis, baik melalui buku, atau terjun langsung ke lapangan.
Riset ; terjun ke lapangan atau mencari info untuk
keperluan naskah yang akan dibuat. Kalau kamu nggak mampu nyari narasumber, kan
sekarang ada internet. Tinggal klik, klik, cusss dapat deh ^^
Selamat mencoba 🤗
Nb
: Teknik ini sempat Author share untuk menjawab pertanyaan di sebuah grup
kepenulisan. Author share di facebook. Kalau kalian jeli, bisa ketahuan
identitas akyu deh. Wkwk. Tolong cantumkan sumber jika ingin share, makasih.
Ohayoo J
Wassalamualaikum :)

Belum ada tanggapan untuk " "
Post a Comment