MENGATASI WRITER BLOCK
Apa sih writer's block?
Adalah keadaan dimana, penulis benar-benar merasa bingung dengan apa yang ingin
dia tulis. Bahasa gampangnya, seperti tidak percaya diri dengan kemampuan
sendiri, lantas tidak tahu ingin menulis apa.
Writer Block bagi sebagian orang
nyata, namun sebagian lain berkata tidak. Bagi yang tidak percaya, mengatakan
Writer Block sebagai dalih dari rasa malas.
Thor juga berfikir demikian.
Kenapa? Karena terkadang, rasa malas akan membuatmu berkata, "Oh, tidak.
Aku kena writer's block." Padahal, kamu lagi mager. Kamu lagi pusing.
Boro-boro untuk nulis, rasanya hidup pun segan, dan mati tak mau. (Hiperbola
:v)
Nah, Thor juga salah satu dari
yang tidak percaya.
Tapi, kalau kamu mau saran, Thor
kasih beberapa tips & trik menyikapinya:
1. Kalau kamu merasa bingung
saat menulis, mungkin kamu banyak pikiran. Jadi, bebaskan pikiranmu. Jauhi
hal-hal yang membuatmu stress. Selesaikan masalah yang sedang menimpa kamu.
Atau, bawa santai masalah itu. Enjoy ~
2. Refreshing. Biasanya kalau
lagi ngeblank, itu berarti kamu kehabisan ide. Dengan kata lain, kamu perlu
santai dan jalan-jalan untuk mencari wangsit. Yah, menjernihkan pikiran dan
menyenangkan diri. Tidak perlu jauh-jauh dan mahal. Cukup kamu berjalan dan
bersikap riang, misalnya. Itu sudah termasuk refreshing yang paling murah dan
mudah.
3. Bangkitkan mood. Cari apa
yang biasa membuat hati kamu nyaman, kemudian hadirkan saat akan menulis. Ini
lebih membantu, dari pada refreshing sebenarnya (menurut Thor loh, ya).
Misalnya, nulis sambil mendengarkan musik, atau makan coklat.
4. Motivasi diri kamu. Ingat apa
yang membuat kamu terjun menjadi penulis dulu. Apa yang mendasari kamu membuat
cerita itu. Intinya, semangatin diri kamu. Karena motivasi paling ampuh, ya
dari diri sendiri.
5. Istirahat yang cukup. Kalau
Thor sih, terkadang kurang tidur bisa berpengaruh. Stamina tubuh mempengaruhi
kinerja otakku, jadi lemot wkwk.
6. Paksa, jangan turuti rasa
malas. Ingat apa yang mau kamu raih dari menulis, kamu harus bangkit untuk
mencapainya. Jangan turuti rasa malasmu.
7. Jangan paksa kalau nggak
bisa. Penulis butuh waktu untuk menemui kecocokannya dengan suatu genre. Kalau
kamu mulai sulit melanjutkan, mungkin saja itu bukan passionmu.
8. Baca bab sebelumnya. Sebelum
melanjutkan suatu adegan/scene dalam cerita, kamu bisa baca dari awal untuk
menemukan ide lain agar dapat menulis kembali.
9. Niat. Ini penting.
Banget. Bulatkan niat untuk menulis. Pokoknya harus nulis, harus nulis.
10. Sisihkan waktu untuk
menulis, jadwalkan di antara kesibukanmu. Prioritaskan kegiatan menulis agar
menjadi rutinitas, sehingga writer block dapat dihindari.
Semangat ^^
Catatan Author Kece. Kuningan,
03 April 2019.

Belum ada tanggapan untuk " "
Post a Comment